Link
The sound that i hate most

Is when she is

Breathing


Dear God
I really can’t hold myself to stop her

Breathing


She might read this
And freak out

Or just laugh at this dumb thing
With her friends.


Dear God You must have known that
Inside this brain
I have thought million things about
How to make her stop

Breathing


Dear God
Do not let me do that

10:52 am: bellemarina

Link
7 signs that tell you when a society doesn’t fit that much to you

You always try to seek your pleasure outside your circle

You secretly-or obviously- hate someone there

… Deep inside your heart you’d always like to write their names on a Death Note- a real Death Note

You tell the truth, but they like the sugar-coated-lie better

Everything you have done has never been good enough to them

You wonder where to buy a remote that can control your life, and you can’t wait to press the fast-forward button to skip the suckest phase of your life

You have planned to live in a parallel universe

11:11 pm: bellemarina

quote
You know you’ve grown up when you share your favorite food with your siblings without any worry
I’m a baby for ever
01:10 am: bellemarina

Link
A Short Movie: Divortiare (Review)

Jadi beberapa jam yang lalu gue nemuin link film pendek ini. Tanpa pikir panjang gue langsung klik youtube.com/watch?v=_bry-K66y1g&feature=youtu.be  karena gue udah penasaran gimana wujud “Beno” di situ.

Film pendek ini adalah film yang diangkat dari novel Divortiare karangan Ika Natassa oleh sekelompok anak kelas XI SMA Al-Izhar Pondok Labu, Jakarta, untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia mereka. Dulu waktu kelas XI gue juga dikasih tugas Bahasa Inggris untuk bikin film pendek, dan gue paham kalo untuk membuat film dengan durasi hanya beberapa menit itu dibutuhkan waktu yang ngga sebentar dan dengan proses yang ngga mudah. 

Film pendek berjudul Divortiare ini mereka post di Youtube. Durasinya sekitar 29 menit. Film ini adalah satu dari segelintir video di Youtube dengan durasi lebih dari 5 menit yang gue tonton sampe abis. 

Membuat sebuah film pendek yang diangkat dari sebuah buku itu tentunya ngga bisa dibilang gampang. Adegan yang dipilih ngga bisa banyak-banyak, namun harus benar-benar adegan yang mewakili isi buku.

Film diawali dengan terdengarnya langkah 2 pasang kaki yang bertemu di suatu tempat, ga tau itu kakinya siapa (sebenernya sih tau, tapi lebih jelasnya ada di ending film). Ngga lama kemudian diganti ke adegan Alex yang lagi curhat ke Wina. Wina nya cerewet, kayak penggambarannya di novel. Jujur di sini gue masih ngerasa datar-datar aja, namanya juga opening ya kan… Ga seru kalo belum apa-apa udah surprise.

Kemudian pemeran Beno muncul, awalnya gue ga ngeh dia siapa karena dalam bayangan gue, seorang dr. Beno itu berbrewok (mi favorito ;) ) sedangkan yang ini engga, but some people say that he looks geeky cute there. Tapi gue bisa memaklumi, kan ini “hanya” film tugas anak SMA, kalo mau nyari pemain yang berbrewok berarti mesti nyari anak SMA yang udah brewokan dong. Masa dagu dan rahang pemainnya mau diolesin minyak firdaus dulu? :( 

Tapi! Akting pemeran Beno ini boleh juga, lempeng dan sedikit awkward, sesuai sama Beno yang asli hihihi. Oh iya, gue kagum sama pemerannya Alex pas komplain soal rutinitasnya Beno karena itu dialognya panjang banget! Pas adegan Beno ngasih tau alasan kenapa dia dengan gampangnya menceraikan Alex juga sulit tuh, isinya: “Kamu tau kenapa aku menceraikanmu begitu saja? Karena aku, ga mau hidup lagi dengan perempuan yang ga mau hidup lagi sama aku”. Gue ngeri kepeleset aja sih lidah aktornya :)) tapi nyatanya bisa diucapkan dengan baik.

Tokoh-tokoh lain juga diperankan dengan cukup bagus, tapi gue agak kurang puas dengan pemeran tokoh Mamanya Alex, karena menurut gue dia terlalu cute, jadi pas Alex curhat ke mamanya malah keliatan kayak lagi curhat ke temen sebaya. Detail kecil di novel seperti Beno yang suka makan scrambled egg juga disebutin di sini. Nasi goreng Sabang, nasi goreng favoritnya Alex dan Beno pun juga disebutin. Kostum yang digunakan juga niat banget. Alex, dengan dandanan a la bankir dan Beno dengan jas putihnya tentu saja. Kostum supirnya Alex juga diperhatiin banget, kaos putih yang sedikit menyembul dari balik kerah kemeja lengan panjang membuat kesan sosok seorang supir semakin terlihat  :)) Oh iya, yang meranin tokoh Pak Wisnu mukanya “dikasih” facial hair palsu, kenapa yang meranin Beno ngga dikasih ya? Mungkin karena brewoknya Beno itu banyak, jadi kalo dikasih takutnya keliatan maksa.

Tentu saja ada yang gue favoritkan dari film ini. Yaitu… Endingnya! Walaupun endingnya semacam ending terbuka, tapi kalo di beberapa adegan sebelumnya udah dibikin nangis, dijamin bakal senyum kembali pas liat endingnya. Oh iya, akting pemerannya Alex juga pantes banget jadi favorit. She acts so natural, dan ternyata dia juga sutradara dari film pendek ini. 

Setelah gue tonton sampe abis, ternyata selain momen yang dipilih pas, beberapa adegan di film ini juga lumayan mirip dengan yang ada di bayangan gue pas baca novelnya. Walaupun masih sederhana, film ini berhasil bikin gue tersedu sedan di beberapa adegan, misalnya pas Alex dan Beno berantem sehingga Alex minta cerai (Dreaming With A Broken Heart by John Mayer is a perfect song for that scene), pas Alex dan Beno lagi di konsultan perkawinan, dan pas Beno ngasih tau alasan kenapa dia dengan gampangnya menceraikan Alex. Secara keseluruhan, gue suka :)

There might be some pros and cons toward this review, karena pandangan gue dengan pandangan orang lain yang nonton bisa aja berbeda. Ya udah deh, semoga film pendek kelompok mereka dapat nilai tinggi dari guru Bahasa Indonesia mereka ya, dan kalo sempet tolong bikin Twivortiare juga hihihihi…

10:10 am: bellemarina2 notes

Link
DEUI11 Goes to Ciater (Day 3)

Akhirnya tibalah di hari terakhir liburan kita.

Rencananya hari ini kita mau ke pasar, kebun teh, dan sawah. Tapi seperti kemaren, hujan sudah turun di pagi hari. Hal ini bikin kita semua mager dan kayaknya susah juga kalo mau ke pasar hujan-hujan begini. Jadi kita di villa aja, sarapan, nonton thriller (lagi), beres-beres kamar, dan packing.

Di villa ini cuma ada satu kamar mandi, jadi bayangin betapa repotnya kami semua kalo mau mandi. 19 orang mesti ngantri. Belum lagi kalo airnya abis, jadi harus nunggu lagi baru bisa mandi. Tentunya kita make air udah diirit-irit banget. Untungnya gue udah ngetag buat mandi jam 8 pagi, jadi masih kebagian air.

Selesai mandi gue sarapan dengan martabak mie. Kalo makan ini kan enaknya pake saos atau sambel ya biar ga hambar? Nah, sebenernya udah disiapin saos untuk rame-rame pas berangkat dari Depok, tapi pas nyampe Subang saosnya ilang ga tau ke mana. Lalu gue teringat akan bon cabe yang gue bawa, gue keluarin aja dan gue taro di meja makan. Ternyata banyak juga yang doyan.

Hari semakin siang, dan bener aja kan air kamar mandi udah keburu abis sebelum semuanya sempat mandi. Jadi ada beberapa orang yang terpaksa numpang mandi di rumah tetangga. Untungnya masyarakat situ baik-baik, dan mereka dibolehin numpang.

Bibi-bibinya Depede nyediain makan siang buat kita sebelum kita berangkat, yaitu nasi, ikan goreng, dan sambel ijo. Gue sih suka suka aja makan ikan, tapi cuci tangannya susah karena krisis air tadi…

Oh iya kali ini kita mau ke terminal buat naik bus menuju Kampung Rambutan. Dari villa ke terminal, kita sudah nyewa 2 angkot. Kita ga naik truk lagi dengan alasan muatan yang jauh lebih banyak, jadi lebih baik naik angkot walaupun agak lebih mahal.

Siang hari sekitar jam 1 lewat, 2 angkot tersebut datang. 1 angkot isinya 9 penumpang, 1 lagi 10 penumpang (minus supir). Sebelum berangkat, kita foto dulu di halaman depan.

image

Gue jarang foto di tengah, sekalinya di tengah… Nutupin orang

Setelah itu kita pamit sama bibi-bibinya Depede dan mengucapkan terima kasih atas bantuannya kepada kita selama di villa. Nanti kalo cuacanya mendingan dan ada rejekinya insya Allah kita datang lagi kok! :)

Akhirnya kita pun berangkat. Rasanya antara lega dan sedih ninggalin villa. 

Dalam perjalanan kita ngelewatin kebun teh dan kita mampir di situ untuk… Foto-foto. Kita cuma bisa mampir sebentar karena takut kemaleman nyampe di Jakarta. Tapi walaupun udah dijadwalkan cuma mampir 10 menit tetep aja ujung-ujungnya 20 menit.

image

Bukan iklan Teh Pucuk Harum kok

image

Annes nyuci bajunya pake Surf ya?

image

Ku berada di antara permadani hijau yang membentang luas~

Setelah selesai foto-foto, kita naik angkot yang tadi lagi. Kasian juga bapak supirnya kelamaan nungguin kita. Lalu angkot pun kembali jalan. Di perjalanan ada aja yang kita omongin mulai dari kuliah, inisiasi jurusan, inisiasi jurusan orang, jodoh, pantangan dari ortu dalam memilih jodoh, dan lain-lain. Belum nyampe terminal, kita udah liat bus yang mau kita tumpangin menuju Kampung Rambutan. Jadilah kita turun dari angkot dan mencegat bus tersebut (sebenernya bus nya emang lagi ngetem sih). Alhamdulillah kapasitas busnya masih muat untuk ngangkut kita semua. Setelah mempertimbangkan harga dan melihat fasilitas bus yang cocok, kita naik bus tersebut. Eeeeh ternyata masih pake ngetem lagi. Yasudahlah…

Setelah lama menunggu akhirnya bus pun jalan. Gue duduk sama Melty dan Tiara. Di perjalanan kita ga banyak ngomong karena emang capek banget, dan lagi Tiara yang keliatannya udah tanda-tanda mabuk darat. Di belakang gue ada kembar 3 Fany, Depede, dan Raisha. Mereka ngebahas tentang hutan karet yang pohonnya tumbuh miring dan banyak ditemui sepanjang perjalanan di Subang.

image

(diambil dari web orang) yang kayak gini loh

Raisha mempertanyakan kenapa sekumpulan pohon tersebut tumbuh miring, dan hipotesis dia adalah karena pohon tersebut keseringan ketiup angin. Fany dan Depede langsung ketawa kenceng dengernya karena menurut mereka pohon tersebut sebenernya miring karena tumbuh ke arah cahaya matahari. Kalo emang ngikutin cahaya matahari, kan posisi terbit dan tenggelam matahari berbeda ya, dan itu adalah area terbuka. Kenapa seragam tumbuhnya cuma condong ke satu arah? Gue juga sebenernya ga tau kenapa, karena setelah gue googling pun gue ga dapet jawaban yang memuaskan. Tapi setelah gue tanya bokap gue yang orang Subang, katanya sih bener karena ketiup angin yang lumayan kenceng terus-menerus. Hayoloh Depede sama Fany udah ngetawain Raisha!!!

Gue jarang banget bisa tidur di mobil, hal ini sangat merugikan kalo lagi perjalanan darat jauh. Jadi sesampainya di terminal Sadang, Purwakarta, gue masih terjaga. Di situ busnya ngetem lagi lama banget dengan alasan biar penumpang sempat beli makanan atau buang air dulu karenan nantinya bakalan macet banget. Kita sempetin borong gorengan dulu. Namun walaupun udah beli banyak juga tetep aja abisnya cepet… Dasar kelaperan semua.

Setelah ngetem yang lama banget akhirnya bus mulai jalan lagi. Pas baru berangkat dari Sadang sih lancar, tapi setelah daerah Bekasi… Udah mulai keliatan macet, terutama dari arah Jakarta. Gue sempat mikir untung aja macetnya dari arah Jakarta. Tapi gue salah banget, karena ga lama kemudian dari arah Bekasi pun macet total. Pas kita liat kanan kiri tol, kita kaget liat pohon yang tergenangi air. Gue pikir mungkin itu rawa. Tapi setelah beberapa ratus meter maju ternyata bukan pohon lagi, melainkan rumah yang tergenang. Jadi emang banjirnya separah itu, tapi untung ga merembes ke jalan tol. Walaupun begitu tetep aja macetnya ga ada obat. Rencana perjalanan kita dari 3 hari 2 malam berubah menjadi 3 hari 3 malam karena kita cuma lama di jalan aja.

Alhamdulillah akhirnya kita nyampe juga di Kampung Rambutan sekitar jam 9 malam dan kita berpencar mencari angkutan selanjutnya ke rumah masing-masing. Gue menuju Depok bareng Embun, Popo, Angel, dan Anis naik angkot 112 menuju Depok. Gue agak parno juga sama keadaan angkot kalo udah malem, tapi ya mau gimana lagi. Akhirnya gue turun sama Popo di Kober. Popo minta ditemenin buat naro barang dulu di kosannya, abis itu dia mau naik kereta ke Manggarai. Dari situ kita nyebrang jalan Margonda yang terkenal susah untuk dilewati. Syukurlah kita berhasil nyebrang. Tapi tinggal sekitar 10 langkah lagi nyampe kosan Popo, gue kesandung polisi tidur lalu jatuh… Untung lukanya cuma dikit, tapi gue heran lutut gue luka tapi celana gue bagian lutut kok ga rusak ya. Misterius.

Dari kosan Popo kita ke stasiun UI dan mastiin Popo dapet kereta menuju Manggarai. Setelah OK, gue pamit pulang ke kosan. Sesampainya di kosan udah ada kakak gue nungguin, kasian. Selain ngabarin ortu, gue juga ngabarin Angel bahwa gue udah sampai di kosan, karena kita semua diwajibkan lapor kalo udah sampe.

Tapi tunggu, bukan berarti setelah gue sampai di kosan gue bisa langsung tidur, gue mesti packing lagi karena besoknya gue terbang ke Jambi. Hidup gue bener-bener tua di jalan :(

Gue seneng banget karena udah ngabisin waktu liburan bareng temen-temen, walaupun waktunya ga gitu lama. Banyak pengalaman-pengalaman kocak yang ga bakalan gue lupain, misalnya pengalaman naik truk LOL. Gue harap liburan selanjutnya bisa diikuti oleh seluruh anggota DEUI11 biar makin berkesan.

Sampai jumpa di liburan berikutnya! :)

*Foto-foto yang gue post di DEUI11 Goes to Ciater Day 1, 2, 3 diambil dari pagenya DEUI Urlaub

09:29 am: bellemarina1 note

Link
DEUI11 Goes to Ciater (Day 2)

Dan tibalah di hari ke 2 liburan kita.

Setelah terbangun untuk kedua kalinya (bangun yang pertama karena suara-suara temen-temen yang sedang gossip), akhirnya gue cuci muka dan wudhu. Airnya dingin banget! Gue ga bisa bayangin penduduk yang tinggal di wilayah pedesaan di Jawa Barat ini gimana mandinya tiap pagi.

Hari itu rencananya kita mau ke kolam air panas, Ciater. Tujuan utama liburan kita. Di Subang, tiap pagi hujan mulu, jadi yang aslinya udah dingin malah makin dingin. Karena dingin banget, kita jadi mager. Gue agak khawatir jangan-jangan kalo kita mager terus ntar ke Ciaternya ga jadi.

Tapi untunglah perlahan-lahan semuanya bangkit. Kita sarapan mie yang dibuatin oleh Titi dan Depede. Gorengan pun ada. Lalu gue mengambil seporsi mie kuah (iya gue bilangnya mie kuah, bukan mie rebus) dan sepotong bakwan di dapur.

Sambil menikmati sarapan, gue bareng temen-temen lainnya nonton Insidious. Pagi-pagi. Kenapa? Karena kita ga punya nyali buat nonton Insidious malem-malem. Ya namanya juga wanita, tiap nonton horror pasti teriak-teriak heboh, ga peduli waktu. 

Semakin siang, kita mulai nyiapin barang buat ke Ciater. Sekitar jam 9 lewat, truk yang akan kami tumpangi menuju Ciater pun datang. Truk???

Di post sebelumnya gue udah nulis kalo bus dari kantor kakaknya Billa cuma bisa dipake di hari pertama liburan kita, jadi di hari-hari selanjutnya kita pake transportasi lain. Karena villa yang kami tinggali waktu itu terbilang terpencil, maka transportasi pun juga susah. Jadilah kita ke Ciater dengan truk berwarna putih berukuran sedang dan dengan bak terbuka.

Akhirnya kita semua naik truk. Ada yang berdiri, ada yang duduk. Setelah kita semua naik, bapak supir truk nya ngasih terpal transparan yang bisa dipake kalo misalnya hujan lebat. Oh iya, sejak dari villa sebenernya udah gerimis, jadi kemungkinan turun hujan lebat besar juga.

Truk pun mulai berjalan. Jalanan di daerah sekitar villa terbilang ga mulus, misalnya ada turunan dan tanjakan tajam, jadi truknya kerasa goyang-goyang. Gue khawatir banget kalo truknya ga stabil dan takutnya kita semua jatuh guling-guling… Alhamdulillah truknya stabil dan kita baik-baik aja.

Setelah sampai di daerah yang lebih ramai, jalanan juga jadi lebih mulus. Orang-orang sekitar ngeliat truk kita dengan heran. But who cares? They see us rollin’ they hatin’ (padahal sebenernya beberapa diantara kita ada yang bawa pashmina buat nutupin muka karena malu).

Kita ngelewatin kebun teh yang luas banget. Tapi ga lama kemudian gerimis berubah jadi hujan lebat. Cepet-cepet kita buka terpal yang udah disediain tadi. Karena gue duduk di pojokan, gue pegang terpalnya kuat-kuat biar ga terbang.

Karena seluruh penumpang bak truk tersebut adalah wanita, maka kesempatan untuk berfoto pun tidak dilewatkan. Agak was-was juga kalo misalnya kameranya kena air hujan, tapi nyatanya “dokumentasi” tetep lancar-lancar aja.

image

berasa turis mancanegara

image

Duh Hany walaupun pose duckface tetep tjakep ya, ini ngapain juga Marina photobombing dari pojokan dan belagak candid


Hujan makin deras dan kita makin gembel, tapi untungnya ga lama kemudian kita nyampe di Ciater. Turun dari truk, kita disamperin sama banyak banget ojek payung. Karena Marina udah prepare bangeeet, Marina bawa payung dan ga butuh untuk nyewa ojek payung, lagian mahal (3 tahun yang lalu gue ke sini juga dan gue nyewa ojek payung seharga Rp 10.000 hanya untuk beberapa langkah).

Nama tempat ini adalah Sari Ater. Waktu itu tempatnya terbilang sepi, barangkali karena hujan dan masih pagi. Oh iya, kita masuk ke kolam renang sini gratis loh! Gue juga ga tau gimana caranya bisa gratis, kalo ga salah sih karena ada koneksi. Tapi bodo amat deh yang jelas i love it because it’s FREE!

Kita jalan menuju ke kolam renang. Ternyata beneran masih sepi. Setelah ganti pakaian, beberapa di antara kita ada yang langsung nyebur ke kolam dan ada yang duduk-duduk dulu di kursi santai deket situ.

image

Serasa milik sendiri


Setelah berada di dalam kolam, tanpa pikir panjang gue langsung berenang gaya bebas. Dan gue baru sadar kalo gue sedang berada di kolam air hangat yang mengandung belerang setelah mata gue kerasa perih (genius Marina is genius).

Air kolamnya enak banget, gue berasa kakek-kakek yang lagi di onsen. Lalu gue melihat kolam sebelah yang katanya suhunya lebih tinggi. Gue pun beranjak ke kolam tersebut, tapi baru nyelupin kaki DAFAAAAAAQ airnya panas banget! Tapi setelah gue pikir-pikir mumpung lagi ada di sini gue harus nyobain. Maka pelan-pelan gue masuk ke kolam. Antara menyesal dan nanggung gue bertahan untuk berendam. Lama-lama badan gue beradaptasi sama suhu airnya. Fiuhhhh…

Tengah hari kan laper tuh, jadi kita beranjak dari kolam dan makan bekal yang udah disiapin oleh bibi-bibinya Depede yaitu berupa nasi yang dibungkus daun pisang, lauk ikan/ayam, timun sebagai lalapan, kerupuk, serta sambel ijo. Gue pilih lauk ikan. Rasanya gurih banget dan pedes sambelnya juga nendang, puaaaas banget.

Sehabis makan gue duduk-duduk dulu di kursi santai. Ternyata temen gue ada yang mau langsung bilas. Karena gue orang yang ga mau rugi, maka gue masuk lagi ke dalam kolam dan berendam lebih lama.

Semakin siang gerimis mulai reda dan tamu juga mulai banyak yang berdatangan. Temen-temen gue udah pada bilas, jadi gue pun beranjak dari kolam dan ngantri bilas. Pas ngantri ada ibu-ibu yang bete karena kelamaan nunggu. Dia ngomel dengan alasan udah ditunggu sama anaknya. Dia bilang dia bakalan lebih sabar nunggu kalo dia masih ABG (apa hubungannya deh bu…)

Setelah semuanya selesai bilas kita siap-siap buat pulang. Akhirnya, truk yang kita tumpangi tadi datang lagi buat jemput. Sesampainya di villa, kita langsung terkapar kecapekan. Ga lama kemudian ada yang minta nonton thriller, jadi disetel lah film Rumah Dara. Gue sebenernya udah pernah nonton sekali tapi gue agak lupa ceritanya gimana, jadi gue ikutan teriak pas ada adegan yang ngagetin. Pas adegan yang ada Arifin Putra alias Adam kita juga teriak… Karena dia ganteng. Dasar wanita.

Setelah sport jantung (atau spot jantung sih?) nonton Rumah Dara, kita mau lanjut nonton yang agak unyuan dikit. Jadi kita nonton film komedi romantis berbahasa Thailand yaitu Crazy Little Thing Called Love. Gue baru pertama kali nonton, emang telat banget. Yang jadi daya tarik utama film ini tentunya adalah Mario Maurer, aktor Thailand keturunan Cina-Thailand & Jerman (btw pas gue iseng cari artinya di kamus Jerman-Indonesia ternyata “Maurer” artinya “tukang batu”). Ganteng juga dia. Ngga bermaksud rasis, tapi secakep apapun orang Thailand kalo udah ngomong bahasa Thailand gue langsung ilfeel ya… Menurut gue lho.

image

Oh Maurer, “tukang batu” favorit kita semua… *drools*

Lalu kami pun menonton dengan seksama. Oh iya, kita nonton ga pake subtitle lho karena subtitle nya ga kebaca, nekat juga ya. Untungnya beberapa orang sebut saja Tiara dan Melty yang udah beberapa kali nonton dan hafal adegan-adegannya, mencoba untuk menerjemahkan dialog berbahasa Thailand ke bahasa Indonesia, kita jadi terbantu untuk mengerti. Pas sampai akhir cerita yang unyu tiba-tiba Raisha nyeletuk “sayangnya yang kayak gini cuma ada di film ya” dan dia langsung diprotes karena dianggap telah mengacaukan fantasi dan impian mereka masing-masing.

Hari semakin gelap. Setelah maghriban dan makan malam, sampailah kita di acara yang sudah ditunggu-tunggu: Acara tukar kado! Kado yang udah dikumpulin di hari pertama kemudian udah dikasih nomor dan tersedia juga undian buat diambil nanti. Oh iya, sebelumnya gue udah bilang kan kalo jumlah kado ga sesuai dengan jumlah peserta karena ada yang lupa bawa kado? Nah, orang ini adalah Billa. Tapi dia ga bisa tenang-tenang aja karena ada sesuatu yang menanti dia di akhir acara, hihihihihi.

Akhirnya acara dimulai. Kita semua ngambil undian dengan brutal. Gue dapet kertas undian yang isinya garis vertikal dan titik di belakangnya, jadi gue pikir gue kebagian urutan nomor satu. Tapi ga lama kemudian Titi lapor bahwa dia dapet angka satu. Ternyata setelah dicek, Tiara yang nyiapin undian tersebut nulis dengan aksara Arab, jadi ternyata yang gue dapet adalah angka sepuluh. Lagian sih Tiara iseng banget…

Nah kali ini gue akan mengutip tweetnya @DEUI11 mengenai urutan, dan isi dari kado tersebut karena gue ga hapal hehehe. Check ‘em out!

“(1) Hadiah buat @christylao yaitu kerudung, dan dia harus pakai kerudung itu terus akting sambil jongkok dan muka lagi pup (ngeden) :D”

“(2) Buat si @devicut doi dapet jepitan bunga yg gede banget dan dia harus nyanyi & joget dangdut bak biduan seksi menawan cabang Subang :D”

“(3) Buat @raishaverginia dpt tempat Hello Kitty & Notes, doi harus ngelawak sampe bikin kita ketawa & dia pun nge-rap kyk pas di 3 babi (persembahan dari DEUI11 pas acara PSPB di Festival Budaya FIB UI) :D”

“(4) si @willisoye dapet miniatur menara Eiffel, doi harus guling-gulingan sambil nyanyiin lagu “Ambilkan Bulan Bu” :D”

“(5) si @depidee dapet kunciran sebanyak 8 biji, doi hrs dikuncir sbyk 8 sama kita-kita kayak orang gila dan dia hrs dikuncir selama 2 jam :D” (Nah kado yang didapet Depede ini dari gue, baik banget ya gue ga nyuruh dia macem-macem *padahal emang bingung mesti nyuruh apaan*)

“(6) si @hanynabilla dapet tas gambar Angry Bird, doi harus meragakan peran 3 babi pas PSPB Fesbud kemarin :D”

“(7) si @olihta dapet Pembalut wanita, doi harus mengiklankan produk tersebut ke kita-kita, dan…… :D”

“(8) si @theofaniraya dpt 2 btl kutek, doi hrs berkreasi dgn 2 kutek trsbt. Dan. Dia berkarya dgn menulis di roti jepang dari Popo sblmnya :D”

“(9) si @sashaasays dapet Shower Cap, doi harus nyanyi genderang UI pake itu + Jakun + kain pantai :D”

Nah abis giliran Sasha adalah giliran gue. Sebelum gue buka kadonya, gue perhatiin muka temen-temen, gue mau tau kado gue ini sebenernya dari siapa. Sia-sia, muka mereka ga kebaca.

“(10) si @Marinaindria dpt jepitan Ulet Bulu, Stiker kecil2 ditempel dimuka , kunciran konde & kacamata item kecil. Doi harus nyinden Dora :D” (Gue apes banget dapet “hadiah ginian”… Sebenernya di perintah cuma harus nyinden lagu bebas, tapi karena gue dikenal fans berat Dora maka dengan kesepakatan bersama gue disuruh untuk nyinden lagu Dora)

“(11) si @superdhiyni dapet petasan kembang api, dan doi harus jujur kasihtauin ke kita-kita first kiss doi dan siapa yg dia suka di FIB :D”

“(12) si @meltmelty dapet bandana kuning polkadot, doi harus goyang itik di catwalk :D”

“(13) si @tiarachsalim dapet eyeliner, muka doi harus digambar babi, kucing, kumis dan coreng tentara :D”

“(14) si @angelicakezia dapet rompi tukang parkir dan gelang Mark Strapes, doi harus akting jadi Princess tukang parkir :D (nah di sini gue ngakak banget. Kenapa harus Angel yang biasanya udah terbully malah dapet ginian…. Terniat sih yang ngasih kado)

“(15) si @chikamalia dapet tisu toilet gulung, doi harus nyanyi lagu Cherrybelle sambil nari :D”

“(16) si @noviaavivi dapet sunglasses mahkota emas, doi harus pakai itu dan akting iklanin kacamata trsbt dgn suara dan gaya yang seksi :D”

“(17) si @annesfarahj dapet kado diri sendiri haha, yang berisi minyak kayu putih, hansapalast dll. Doi harus nari kwek2 sambil muter2 10x :D” (ini juga gue ngakak banget, di kado itu ada tulisan yang kurang lebih isinya “semoga benda ini dapat menghangatkan persahabatan kita” dan Annes dapet hadiah dari diri dia sendiri. Berarti Annes bersahabat dengan dirinya sendiri :”) #ForeverAloneAnnes)

“(18) si @nisadianisa dapet tali Beha kupu-kupu norak warna silver, doi harus berpose seksi di dinding pake tali BH itu sambil melotot :D”

Setelah semuanya selesai, kita menatap tajam ke arah Billa yang dari tadi asik foto-fotoin kita yang lagi dihukum. Akhirnya dengan kesepakatan bersama, dia diberi “hadiah” pamungkas.

“(19) dan yang terakhir si @Nabillasjf karena kadonya ketinggalan, doi hrs pakai semua kado yg kita dpt & hrs memeragakan semua tantangan :D” (di sini Billa udah kayak mau parade apaan tau deh, rame bener badannya sama aksesoris)

Anehnya, kado yang didapat sebagian besar match sama kepribadian si penerima kado, padahal sudah diundi dan gue yakin ga ada rekayasa sama sekali. Misalnya Cut Devi yang dapet jepit bunga yang gede banget, aslinya dia emang suka banget pake aksesoris sampe-sampe dijulukin “Naughty Berjalan atau “Pemilik Naughty”. Atau Chika yang disuruh niruin Cherrybelle. Chika emang aslinya udah unyu, Cherrybelle asli malah  lewat sama dia. Atau gue yang dapet hadiah heboh yaitu konde, stiker, jepitan dan sunglasses bocah dengan bingkai warna ijo neon, mungkin karena gue suka banget sama anak-anak dan gue kerap berkelakukan kelewat random. Temen-temen gue yang lain juga berpikir kemudian, kenapa bisa kebetulan begitu ya?

Mohon maaf kalo misalnya gue ga menyertakan foto saat acara ini berlangsung karena itu semua adalah aib LOL (tapi tetep diceritain, gimana sih). Gunakan imajinasi masing-masing aja ya hihihihihi.

Setelah acara tukar kado selesai, kita harus mengakui kado mana yang kita berikan. Ternyata kado yang gue dapet itu adalah kado dari Melty. Melty, tunggu pembalasanku…

Sebenernya abis acara itu mau ada games, tapi kita semua udah ngantuk. Ada yang langsung ketiduran, ada yang baca majalah, gosipin Taylor Swift, nonton Asia’s Next Top Model dan ngatain finalis yang katanya sok dan freak yang bernama Helena, memuji Nadya Hutagalung yang meskipun udah berumur tapi cantiknya ga kelar-kelar, dan lain-lain sampai akhirnya kita ngantuk dan ketiduran. Dini harinya Anis kebangun dan liat TV yang lupa dinyalain. Akhirnya dia matiin TV lalu tidur lagi.

Hari kedua yang sangat berkesan pun selesai, dan hari ketiga segera tiba. Cerita tentang hari ketiga ada di post selanjutnya ya, semoga gue ga lupa detailnya hihihi

PS: Post ini pertama kali selesai gue buat tanggal 25 Januari 2013 jam 2 pagi, tapi baru gue publish sekitar jam 2 siang di hari yang sama. Tapi pas gue ngedit Tumblr theme sekitar jam 5 sore, tiba-tiba post ini kepotong secara misterius sampe 3/4 bagiannya dan terpaksa gue harus ngulang ngetik lagi 3/4 bagian yang kepotong. Gue berusaha biar ceritanya mirip dengan yang udah gue tulis sebelumnya tanpa melupakan detail. Oh, kalo sudah niat memang begitu…

06:52 am: bellemarina2 notes

Link
DEUI11 Goes to Ciater (Day 1)

Halo Tumblr sudah lama tidak berjumpa! Sebenernya gue lumayan sering kok buka Tumblr, tapi jarang punya ide buat bikin post baru maka dari itu gue jarang ngepost. Nah, kali ini gue akan menceritakan pengalaman gue di liburan ke Ciater pada tanggal 16-18 Januari 2013 kemaren.

Mari kita simak.

Beberapa hari sebelum hari H gue dapet jarkoman dari Dana dan Titi buat ikutan liburan ini. Gue masih ragu bisa ikut apa engga soalnya takut barengan sama hari di mana gue balik ke rumah buat ngambil e-ktp (iya gue belum punya ktp). Tapi akhirnya gue udah netapin tanggal fix buat balik yaitu tanggal 19 Januari, jadi gue bisa ikutan liburan ke Ciater dulu.

Sehari sebelum perjalanan gue dijarkom mengenai barang-barang yang harus dibawa. Mulai dari jaket almamater, mie instan, piyama (karena katanya mau ada pajamas party), kantong plastik, UNO atau monopoli, kabel rol, pakaian pribadi (you don’t say?), dan semua peralatan pribadi lainnya. Kita juga dijarkomin buat bawa abon bagi yang berkenan. Karena gue anak kost dan merasa bahwa abon itu mahal, maka gue cuma bawa 3 bungkus bon cabe merk Kobe (penting), lumayan kan buat menambah cita rasa makanan. 

Oh iya!!! Ada barang super penting yang juga mesti dibawa yaitu barang yang harganya maksimal Rp 10.000 , ngga boleh berupa makanan, stationery maupun alat mandi, dan disarankan untuk dibungkus dengan kotak susu dan kertas koran. Barang ini nantinya buat tukeran kado pas pajamas party. Naaah kado ini bukan sembarang kado. Jadi di dalam kadonya kita mesti nulis “perintah” jahil untuk si penerima kado, tapi ngga boleh menyinggung SARA, membahayakan nyawa, dan mengeluarkan biaya. Bingung ga lo mau ngasih kado apaan? Gue juga, jadi gue cuma ngasih kado seadanya dan perintah yang ngga kejam-kejam amat, takut senjata makan tuan (karena nanti hadiahnya akan diundi, jadi ada kemungkinan dapet hadiah dari diri sendiri).

Sampe jam 10 malam gue masih belom packing. Dari siang sampe sore terus lanjut lagi abis maghrib gue bersihin kamar dulu karena kamar gue abis diserang tikus :’( Setelah bersihin kamar dan menebar kamper di seluruh sudut ruangan hingga aroma kamar gue jadi lebay, akhirnya gue baru mulai packing jam setengah 11 malam dan pake acara ketiduran pula. Jadi gue baru selesai packing sekitar jam setengah 7 pagi besoknya. Selesai packing gue mandi dan beberes kamar semampunya dan memastikan biar ga ada lagi celah untuk hewan pengerat oportunis tersebut masuk.

Gue pergi dengan 1 tas ransel dan 1 tas tangan gede. Lumayan ribet juga. Janjian ngumpul dulu di kampus jam 8 dan waktu itu hampir jam 8 dan gue belum berangkat. Agak panik, gue ngunci pintu kamar kosan dan kuncinya pake acara macet segala… Untung ga lama kemudian bisa dikunci. Berangkatlah gue dari kosan ke FIB naik ojek. Yah sebenernya awalnya pengen jalan dari kosan ke FIB, tapi mengingat barang bawaan gue banyak dan waktunya mepet, ya sudahlah (padahal emang males sih).

Nyampe di FIB ternyata bus nya udah ada dan udah rame juga. Perjalanan ke Ciater ini kebetulan cuma diikuti sama mahasiswi Sastra Jerman UI angkatan 2011, sedangkan mahasiswanya udah liburan ke Bromo beberapa hari sebelumnya.

image

di depan bus berlokasi di FIB tertjinta

Tapi ngga semua mahasiswinya ikut karena banyak yang berhalangan. Ada juga beberapa temen yang rencananya ikut tapi ngga jadi ikut karena berhalangan hadir. Dana misalnya. Dia lah yang ngajak gue buat ikutan, tapi pada hari H itu rumahnya yang di daerah Tangerang kebanjiran, transportasi pun susah. Lagipula dari rumahnya ke kampus kalo lalu lintas lancar akan makan waktu lebih dari 2 jam, apalagi kalo banjir. Tapi kita nungguin dia dulu, dan menyarankan beberapa transportasi dan jalan alternatif yang bisa ditempuh biar dia bisa ikutan. Sayangnya kita udah dikejar waktu, dan Dana pun ngga jadi ikut :(

Oh iya bus yang kita tumpangi adalah bus pinjaman dari kantor kakaknya Billa. Sayangnya bus ini cuma bisa kita pinjam di hari pertama aja, karena di hari selanjutnya bus ini udah ada yang nge-tag. Sebelum bus jalan kita berdoa dulu. Doa dipimpin oleh Vivi, wanita termetal diantara kita semua. Ngga tau juga kenapa harus dia yang mimpin, mungkin karena inisiatifnya yang tinggi dan teman-teman juga minta dia buat mimpin doa. Kita sih berharap biar doanya sampai ke Tuhan, syukurlah ternyata didengar dan kita selamat sampai Bandung LOL.

Oh iya di hari pertama ini kita rencananya mau ke kebun binatang di Taman Sari, Cimory, Rumah Stroberi, baru abis itu ke villa almh. neneknya Depede di Sarireja, Subang. 

Tujuan pertama kita yaitu kebun binatang. Kebun binatang ini lokasinya deketan sama kampus ITB. Pas bus kita ngelewatin ITB, beberapa di antara kita dadah-dadah sambil berseru “Jodoooh!” ke situ. Udah, ngga usah komentar. Diaminin aja.

image

Namanya juga wanita. Dimana-mana berfoto.

Di kebun binatang ini kita lihat macam-macam binatang mulai dari burung-burung gagah semacam elang garuda sampai burung yang gede banget lupa namanya apa… Yang paruh bagian bawahnya elastis. Bukan pelikan, ada yang satu lagi lupa namanya.

image

Nah burungnya itu yang jadi latar belakang fotonya Chika. Btw Chika emang selalu terlihat seperti princess, kadang-kadang juga kayak bule.

Abis itu kita ketemu burung kakaktua yang namanya Ocha dan Novi. 2 burung ini kayaknya emang disediain pihak kebun binatang buat difoto bareng pengunjung, karena bisa dipegang langsung. Tapi ada tarif fotonya juga loh. 

image

Depede bersama Ocha (pundak) dan Novi (lengan)


Abis itu kita lihat-lihat hewan lagi. Ada harimau yang gedeee banget cuma dibatasin kaca sama kita… Ngga kebayang kalo kacanya pecah. Eh ada juga harimau yang cuma dibatasin pagar tinggi. Ngga kebayang juga kalo harimaunya kayak harimau biskuat dan lompat keluar pagar. Ada juga singa jantan yang dipisah oleh tembok dari sang jodoh :( , singa betina . Beruang alaska yang ukurannya jauh lebih gede dari beruang madu pun ada. Jalan sedikit lagi, ketemu 20an ekor buaya yang sedang berjemur. Dan masih baaaanyak lagi.

Setelah puas keliling kebun binatang, kita ngumpul dan netapin tujuan berikutnya, apakah mau ke Cimory atau Rumah Stroberi. Sayangnya karena udah kesorean kita harus milih salah satu diantaranya. Akhirnya setelah dirundingkan kita milih untuk ke Rumah Stroberi.

Enak juga ya Rumah Stroberi. Adeeem banget dan juga nyaman. Setelah sholat ashar di musholla situ, kita naik ke tempat makannya. Ngeliat Billa yang udah duluan beli jus stroberi original, kita jadi ngiler. Lalu sebagian besar dari kita memesan minuman yang sama kayak Billa. 

image

Satu gelas jus stroberi original harganya Rp 18.000, pantes banget dengan rasanya.

Beberapa di antara kita ada yang mesen makanan kayak Lasagna, Macaroni Schotel, dan lain-lain. Gue sama Popo awalnya mau pesen makanan berdua tapi kok… Males (sebenernya mau menghemat). Terus ternyata Depede pesen stroberi yang ada coklat cairnya di satu mangkok kecil, semacam fondue gitu. Jadilah gue dan Popo, dan teman-teman yang lain yang terpesona akan kecantikan makanan tersebut, nyicipin.
image
Marina dan Oma Polina yang suka menebeng.

Ternyata Rumah Stroberi ini tutupnya cepet, jam 5 sore. Jadi kita bergegas dari tempat makan, mau ke kebunnya. Eeeh tapi ternyata kebunnya udah tutup duluan. Tapi ada beberapa di antara kita yang beruntung udah nyempetin ke situ.
image
Sok candid lo, Nis.

Sebelum pulang kita foto di depan semacam terasnya Rumah Stroberi
image
Fotonya agak fail karena awalnya kita berpose buat 1 kali jepret, tapi ternyata kesetting yang 10 kali jepret. But it doesn’t matter, still gorjes.

Naaaah abis ini barulah perjalanan yang sebenarnya. Menuju villa! Jalan dari Bandung ke Sarireja ini lumayan berkelok-kelok dan naik turun, jadi biar telinga ga sakit disarankan untuk ngunyah. Hari udah semakin gelap pas kita masih di jalan. Desa Sarireja ini tempatnya terpencil, lumayan jauh dari warung atau minimarket. Jadi kita nyempetin dulu ke Indomaret buat beli persediaan makanan atau apapun yang keliatannya susah didapat di Sarireja. Lalu kita ngelanjutin perjalanan.
Akhirnya bus berhenti di tempat tujuan. Kita berterima kasih sama supirnya dan mulai nurunin muatan. Dari tempat kita turun dari bus itu kita harus jalan beberapa puluh meter lagi untuk sampai di villa nya. Jalannya itu tanjakan dan turunan, ada juga beberapa bagian yang sedikit berlubang, jadi kita jalan mesti hati-hati banget.
Alhamdulillah akhirnya nyampe di villa! Sampe di situ kita semua pada nyuci kaki bergantian, sholat, dan ganti baju. Bibi-bibinya Depede juga udah nyiapin penganan hangat buat kita.
Oh iya kado yang sebelumnya dijarkomin untuk dibawa, dikumpulin di Tiara dan dia organisir. Setelah dihitung ternyata jumlah kado dan jumlah peserta liburan ga sama, berarti ada yang lupa bawa kado. Katanya ngga apa-apa sih, asal liat aja nantinya gimana hihihihihi…
Kita mulai menggelar alas tidur. Semua pada sibuk nge-tag tempat buat tidur. Sasha, yang mabuk di perjalanan pun langsung tidur pulas di kasur. Popo sama Billa pun nyusul. Yang lainnya masih cerita-cerita sampe larut malam, bahkan dinihari. Gue yang awalnya udah ketiduran di sofa pun kebangun karena suara-suara mereka yang masih semangat cerita (baca: gosip). Kemudian gue tidur lagi. Oh iya, di sini suhunya dingiiiiiiin banget, jadi pada pake perlengkapan tambahan seperti selimut dan kaos kaki.
Gue ga tau pasti mereka semua udah mulai pada tidur jam berapa, karena gue udah tidur lagi sebelum mereka selesai cerita. Udah dini hari, udah masuk hari kedua.
Cerita hari kedua ada di post selanjutnya ya! :)
11:06 am: bellemarina1 note

Link
365 of 366

January: Nice.

February: Good.

March: GOOD.

April: Kecengklak pada tanggal 11 April 2012 di tangga di tempat yang justru hampir ngga ada tangganya, perpustakaan pusat UI.

May: The beginning of disaster.

June: That “the beginning of disaster” is one of my biggest regret ever.

July: Nothin’ much here LuLz

August: Sibuk mengisi kegiatan liburan dengan berguling-guling di tempat tidur.

September: Officially a Sophomore

October: Good to see you happy-and busy.

November: Tidak ingat!

December: Bittersweet. Salah satu ulang tahun termanis. Di penghujung Desember, dipaksa ikhlas merelakan sesuatu.

But hey, there’s still one more day left.

10:48 am: bellemarina

Link
Lomba Uji KePo (Ketangkasan Pencarian Keyword) (?)

Hai Tumblrwalker! Sudah lama tidak posting ya, kangen nih. Lama ga posting di Tumblr membuat gue jadi susah bikin kalimat pengantar, jadi langsung aja ya.

Post ini berawal dari Broadcast Message yang dikirim Uci soal acara departemen dia, Ilmu Komputer IPB. Gue baca isinya. Rangkaian kegiatannya macem-macem, ada seminar, kompetisi, bazaar, dll.

Nah gue tertarik sama IPB Searching Competition. Kayaknya seru kalo gue iseng ikutan. Dan kalopun kalah ya gapapa, bukan anak Ilkom ini hohoho. Mulailah gue tanya-tanya Uci perihal kompetisi tersebut. Uci bilang, tahun lalu dia ikut meramaikan. Jadi nanti peserta bakal dikasih soal di slide dan dikasih waktu sekian detik untuk nyari jawabannya di search engine. Pas tahun lalu dia ikut itu, ada beberapa pertanyaan tentang girlband dkk. Waduh kalo soalnya kayak begitu sih 1 poin aja gue ga dapet kali. Terus gue tanya-tanya lagi Uci. Gue pastiin bahwa lombanya bener-bener pure searching, ga pake coding-codingan. Tau gimana coding aja ngga.

ISC ini diadain hari Sabtu tanggal 22 September 2012. Oke, kayaknya bisa ikut nih kalo weekend. Tapi agak mager karena lombanya di Bogor. 2 hari menimbang-nimbang apakah gue jadi ikutan apa ngga, gue baru inget bahwa pada hari yang sama gue ada acara halal bi halal Sastra Jerman UI. Bimbanglah gue… (mana udah bayar kan, sayang kalo ga dateng). Lagipula tahun ini adalah halal bi halal yang penanggungjawabnya adalah angkatan gue. Gue mikir misalnya gue ikut ISC, seengganya gue bakal dapet sertifikat peserta, tapi gue bakal ngelewatin momen penting jurusan. Tapi kalo gue tetep ikut halal bi halal sasjer, gue bakal penasaran sama ISC. Jadilah sehari sebelum pertandingan gue daftar ISC.

Akhirnya gue bersama kakak gue berangkat ke Bogor. Sebelumnya gue sms Embun, minta maaf karena ga bisa dateng halal bi halal. 

Sesampainya di IPB, kakak gue sebagai tour guide memandu gue menelusuri almamaternya tersebut. Terakhir kali gue ke situ pas tahun 2005 pas dia gue masih maba. Sambil nyari lokasi ISC, dia berkomentar kayak “Ih teteh kangen”, “Jaman teteh dulu gedung yang ini belum ada”, “Nah teteh pernah kuliah kalkulus di situ”. 

Akhirnya nemu juga lokasi registrasi ulang ISC. Gue ditanyain tiket, gue jawab belum punya. Yang nanya keheranan. Gue baru daftar sehari sebelum acara, tinggalnya bukan di Bogor pula, jadi belum punya tiket. Gue udah mikir jelek aja jangan-jangan udah jauh-jauh dateng ga bisa ikutan. Alhamdulillah akhirnya gue dikasih tiket dan bisa ikut lombanya.

Untuk ikut ISC ini disarankan bawa laptop sendiri. Ya udah, gue bawa. Tapi pas gue tes wifi, gatau kenapa laptop gue ga nangkep sinyal wifinya. Agak panik sih, untungnya kakak gue juga bawa laptopnya. Akhirnya gue make laptop dia. Ternyata ga bisa juga wifinya. Lalu gue juga udah mulai disuruh masuk ruangan lomba. Karena panik, akhirnya gue masuk ruangan dengan 2 laptop… Yang bermasalah. Oh iya selagi nunggu gue lomba, kakak gue sempet-sempetnya ke salon deket situ. Woman! (lo juga kali mar).

Pas gue masuk ternyata ruangan lombanya masih terbilang sepi. Ada beberapa mahasiswa yang terlihat seperti panitia. Gue cek wifi lagi di laptop kakak gue. Masih bermasalah. Terus gue ditanya sama panitia apakah udah bisa nyambung ke internet apa belum. Karena itu laptop kakak gue dan gue ga familiar, gue minta tolong aja sama panitianya buat ngatur settingnya. Di sini gue udah minder, gimana mau ikut lomba kalo yang beginian aja masih macet…

Lalu ga lama kemudian peserta yang lain datang. Hampir semua pesertanya make kacamata dengan muka geek, peserta lain yang cewek cuma 1 orang. Jadi yang cewek cuma 2 orang termasuk gue. Mother of Dora Ghetto… Gue semakin minder, apa keluar aja ya gue dan langsung balik aja gitu ke Depok. Karena udah terlambat buat kabur, gue cuma berdoa “Ya Allah, at least jangan biarkan saya di peringkat terakhir ya…”. 

Akhirnya ISC pun dibuka dengan pembacaan ayat Al-Qur’an. Non mainstream sekali untuk sebuah acara bertema IT kan? Setelah selesai, MC nya minta peserta buat nyebut jargon ITToday “Going Forward with IT” sambil pake gerakan tangan. Gue ga liat dengan jelas gimana persis gerakannya jadi pas diminta nyebut jargon gue cuma melambai-lambaikan tangan.

Oh iya, gue adalah satu-satunya peserta dari luar IPB. Atau mungkin luar Ilkom sekalian? Jadi pas mau login itu gue bingung karena ga punya akun IPB (you don’t say), jadi di log in kan sama pake akun salah satu panitia. NIM gue juga polanya beda sendiri dari yang lain. Abis itu gue nanya ke salah satu panitianya “Login nya pake nama asli?” ga tau karena kelewat grogi apa gimana ya. Mungkin panitianya dalam hati nanya “Menurut lo???” tapi ga tega liat muka memelas gue, jadi dia jawab “Iyalah”.

Terus peserta diminta buka alamat lombanya. Gue salah tulis alamatnya, jadi ga kebuka mulu. Akhirnya dibantu (lagi) sama panitianya. Dari awal aja gue udah ga lancar, gimana selanjutnya nih… Abis itu kita dijelasin peraturan lombanya. 

Di ISC ada 3 level, Beginner, Intermediate, dan Expert. Level Beginner ada 20 soal dengan waktu 30 detik per soal. Nah kita ngerjain dari level Beginner dulu. Pas lomba dimulai, gue diem clueless sekitar 3 detik, gak sadar lombanya udah mulai. Gue baru sadar pas liat slide yang berisi soal. Udah ga ngerti lagi gimana gemeternya gue waktu itu, yang jelas gue langsung buka Google aja nyari jawabannya. Ga ketemu. Cari lagi. 10… 9… 8… Karena waktu makin tipis gue submit aja jawaban yang gue temukan. Soal demi soal berlalu, ada juga soal hitungan. Yang ini kayaknya bakal gue skip aja deh, eeeh beneran akhirnya harus gue skip karena ribet (emang ga jodoh sama hitungan). Oh iya di level ini ada salah satu soal yang “agak” menghibur yaitu soal yang nanya stasiun tv mana yang pertama punya hak siar Glee. Sebagai Gleek gue ga googling lagi, gue langsung ketik aja jawabannya dan submit. Hehehe. Begitu doang.

Level Beginner selesai. Gue masih berdoa “at least jangan peringkat terakhir…”. Selagi panitianya ngitungin skor, peserta diminta ikut main game sepak bola gitu di komputer. Gamenya kocak, kepala playernya gede tapi badannya kecil, gerakannya awkward. Peserta ISC haha hihi aja padahal dalam hati deg-degan tuh.

Setelah gamenya selesai, panitia mengumumkan skor pada level Beginner. Dorrrrrr!!! Ternyata di level ini gue peringkat 3 dengan skor 1700 sekian. Alhamdulillah, tapi masih terlalu awal buat senang.

Lalu level Intermediate pun menyusul. Di level ini terdapat 20 soal dengan waktu 60 detik per soal. Tingkat kesulitannya lebih tinggi, harus searching sekitar 2-3 kali. Tapi kenyataannya level ini abis setelah 15 soal. Gue mikir jangan-jangan gue kelewatan 5 soal, tapi ya udahlah. Sejujurnya gue lupa semua soal di level ini apa aja jadi lewatkan aja kthxbye.

Sama kayak tadi, selagi panitia menghitung skor, diadain game yang sama kayak tadi. Haha hihi lagi. Deg-degan lagi. Akhirnya skornya diumumin. Gue peringkat 3 lagi dengan skor 1300 sekian . Semakin sulit, skor gue semakin menurun. Gimana pas level Expert kalo gitu??

Akhirnya level yang paling menentukan dimulai. Buset pertanyaan-pertanyaannya apaan banget deh, masa diminta nyari Nomor Induk Pegawai dosen IPB yang mengarang buku Perilaku Konsumen (kalo ga salah). Ya mana gue tau, NIP dosen gue aja gue ga tau :’( Udah googling pun hasilnya ga ketemu, dan akhirnya soal itu gue skip. Ada lagi soal lain yang minta peserta nyebutin 5 nama maskapai penerbangan mana yang dari LAX ke NYC ga pake transit. Gue googling jadwalnya tapi kayaknya yang gue klik itu kurang tepat, jadi jawabannya ga ada. Akhirnya gue ketik aja nama-nama maskapai penerbangan macam Qatar Airways dll tapi waktu submit tinggal 10 detik kurang, daripada ngarang jawaban konyol dan diketawain juri, gue skip aja. Hanya sedikit soal yang gue yakin jawabannya. 

Level Expert berakhir. Dilakukan lagi penghitungan skor diselingi dengan main game sepak bola. Tapi abis itu skornya ga langsung diumumin. Ada alumni ilkom IPB gitu ngasih tips-tips searching yang baik dan benar. 

Durururudumdurudumdumdum akhirnya waktu yang dinantikan pun tiba. Panitia mengumumkan skornya. Kalo tadi skornya disertai nama peserta, kali ini hanya dengan NIM. Oh lihat, itu NIM gue yang lain sendiri berada di urutan ketiga. Tapi gue ga tau apakah skor keseluruhan udah diurutkan dari nilai tertinggi atau bukan. Gue liat skor gue di level Expert… Tuh kan nurun banget, jadi 700. Yah, yaudahlah.

Ternyata… Skor tadi emang udah diurutkan dari yang tertinggi. Skor keseluruhan gue 3794. Jujur agak seneng gimana gitu. Tapi jarak skor gue dengan yang peringkat 2 terpaut jauh, yaitu 400 poin an. Sedangkan jarak skor gue dengan yang peringkat 4 cuma 24 poin. Antara seneng, takjub, sama ngeri.

Blablablablebleble abis itu juara 1,2,3 diminta foto (tentu saja hanya sebatas untuk dokumentasi) dan dimintai biodata. Kita juga diminta untuk nulis pesan dan kesan. Gue lupa tadi nulis apa, yang jelas tulisan gue kurang bermakna karena ga tau harus ngomong apa :’) terus kita juga diminta buat hadir di acara seminar 14 Oktober nanti (kan mau penyerahan hadiah hehehehehehehehe hadiahnya belum di tangan nih, jadi jangan minta traktir ya hehehehehehehehe).

Di luar ruangan lomba ada Uci dan teman-temannya sebagai panitia. Waktu gue ajak ngomong Uci nya kayak gak konsen, mungkin lagi menerawang (?). Karena acaranya udah selesai, gue pamit sama panitianya.

Oh iya hampir lupa, tepat sebulan yang lalu yaitu 22 Agustus kan Uci ulang tahun, tapi baru tadi gue kasih kadonya. Telat ngasih kado sampai sebulan. Aku sahabat yang “baik” bukan?

Singkat cerita (singkat?) gue kembali ke Depok dengan perasaan bahagia dan ngantuk. Nyampe kosan langsung tidur. 

Begitulah kisah beta hari ini. Tentunya gue senang karena keisengan ini menghasilkan sesuatu, jadi gue ga gitu sedih karena ga hadir di acara jurusan. Tapi setelah liat updates dari Twitter senior dan temen-temen mengenai acara jurusan tadi tetep aja bikin sedih sebenernya huhu tak apalah.

Gott sei Dank!

11:53 am: bellemarina2 notes

Link
The 2nd Hardest Game in My Entire Life

Haaai kawan-kawan beberapa minggu yang lalu gue ga sengaja nemu game flash sederhana namun susahnya minta ampun. Namanya QWOP. Apaan tuh QWOP?

Jadi di game itu kira berperan sebagai atlet lari. Naaah, kalo buat ngontrolnya cuma menekan 4 arah mata angin di keyboard sih ga susah. Tapi, kali ini kita diminta buat bikin atlet tersebut bisa lari dengan cara menekan huruf Q,W,O,P. Huruf Q dan W digunakan untuk mengontrol paha si atlet, sedangkan huruf O dan P untuk mengontrol betisnya.

Keliatannya gampang? Coba dulu bro di sini… http://www.foddy.net/Athletics.html


Boro-boro bisa lari, melangkah aja udah bagus banget. Kalo salah langkah sih bisa langsung backflip dan malu-maluin begini

Setelah itu gue buka Youtube karena penasaran, ada ngga sih yang bisa lari sampe 100 meter? Oh iya, 100 meter itu goalnya. Ternyata ada, dan orang itu adalah orang Jepang…. Yang sudah tidak diragukan lagi jagonya dalam hal-hal aneh. Nah sambil buka Youtube ini gue penasaran ada ngga sih tekniknya biar bisa lari, atau minimal jalan deh. Dan gue lihat ada 1 commenter di Youtube katanya untuk langkah pertama, tekan W dan O sama-sama, setelah dilepas tekan huruf Q dan P. Gue coba deh…

Dengan berlari, gue cuma bisa dapet hasil maksimal segini


Kayaknya mustahil banget bagi gue untuk bisa berlari sampe goal 100 meter. Tapi ternyata untuk bisa maju terus bukan hanya dengan berlari lho. Bisa juga dilakukan dengan cara berikut…

Ngesot baby

Gue pake posisi ngesot mulai dari meter ke 4, dan dari situ gue “menganiaya” keyboard QWOP, dan menjaga agar posisinya tetap begitu. Perlahan tapi pasti, gue maju.


Nah sebelumnya gue udah pernah main sampe batas palang itu juga (jarak ke 50 meter), dan gue mencoba berdiri dari posisi ngesot itu dan langsung jatuh dengan sukses. Jari-jari gue udah pegel banget dan harus jatuh di tengah jalan dan itu rasanya gondok banget.

Tapi kali ini gue coba nyuekin palang itu. Gue coba menabrak saja palang tersebut sambil tetap bertahan dengan posisi ngesot. Ternyata bisa!

Curang… Curang… Biarin

Perjalanan masih 50 meter lagi, dan gue tetap dengan posisi seperti itu. Kalo gue nyoba berdiri, gue bakal jatuh lagi dan gue ga mau gondok lagi. 

100 meter udah di depan mata, dan ada perintah “Jump”. Gue pikir mungkin bener-bener harus lompat biar sah, ternyata tetap ngesot bisa juga loh LOL.

Palang yang ditabrak tadi masih keseret ampe meter segitu

Dan akhirnya!!!

Sah? Harus sah!!! :””D Btw itu sengaja keliatan page FB gue untuk bukti muahaha


Gue terharu banget bisa sampai goal walaupun bukan dengan lari, tapi dengan ngesot pelan-pelan. Mungkin game ini mengandung pesan “kejarlah mimpimu walau jatuh bangun, biar pelan asal selamat” hmmm hmmm (sok bijak). Btw kalo di dunia nyata ngesot bertumpu pada lutut sejauh 100 meter sih, udah ga ada bentuknya lagi itu lutut…

Oh iya, kenapa game ini gue bilang game tersulit kedua yang pernah gue mainkan? Karena menurut gue game tersulit pertama adalah Minesweeper… Sama-sama game sederhana tapi susah banget buat ditamatin. Dan gue belum pernah tamat main Minesweeper.

Selamat mencoba, selamat frustrasi.

11:31 am: bellemarina2 notes