1. text
    Hai pembaca (kayak ada yg baca aja), baru inget ada website in20years.com, lalu gue mendapat ide yang sangat brilian yaitu googling foto bayi random lalu “melihat tampangnya 20 tahun lagi” dan ternyata hasilnya seperti itu :(

    Hai pembaca (kayak ada yg baca aja), baru inget ada website in20years.com, lalu gue mendapat ide yang sangat brilian yaitu googling foto bayi random lalu “melihat tampangnya 20 tahun lagi” dan ternyata hasilnya seperti itu :(

  2. text

    Sebuah tulisan tentang tulisan

    (What a lame title)

    Halooo sudah lama tidak berjumpa

    Kalo gue liat sekali lagi beberapa tulisan gue di tumblr, bukannya makin bagus malah makin ga ada artinya. Padahal dari dulu pengen banget jadiin kegiatan menulis sebagai kegiatan gue yang berlangsung secara berkelanjutan. Apalagi sekarang gue kuliah di jurusan sastra, seharusnya hobi menulis gue dapat diteruskan dan dikembangkan. Tapi nyatanya, kuliah di jurusan sastra (terutama sastra… Jerman) nggak otomatis bikin lo jadi orang yang puitis atau semacamnya. Karena memang ada yang suka di bidang bahasa, kesusastraan atau kebudayaan. Kalo gue melihat diri gue sendiri, gue pun sebenarnya masih bingung gue lebih cenderung minat ke bidang yang mana. Gue nggak puitis, nggak langsung jago kalo belajar bahasa, dan pengetahuan gue tentang kebudayaan masih sangat dangkal.

    Tapi gue suka menulis. Kedua orang tua gue tau hobi gue yang satu ini. Bahkan suatu ketika bokap gue cerita kalo beliau sebenarnya juga suka menulis. Waktu muda beliau sempat menulis kegiatan sehari-hari di jurnalnya. Beliau juga pernah menulis sebuah artikel apa gitu lupa judulnya dan dimuat di koran… Lupa juga apa nama korannya -_- (mungkin nanti bakal gue tanyain lagi, nanti post ini akan gue edit).

    Gue sering banget mikir mau jadi apa gue, apakah yang akan gue kerjakan nanti kalo misalnya kemajuan dalam diri gue sangat sedikit.

    Sampai akhirnya kemarin pas lagi ngerjain tugas MPKT B, gue sama anggota kelompok ngadain curcol, dikit. Jadi salah satu temen gue anak sastra Perancis ini katanya dari dulu suka puisi. Dia sangat suka nulis puisi. Katanya, jaman SMA dulu kita nggak bisa leluasa nulis puisi karena kemungkinan besar bakal dapat ledekan semacam “cieee pujangga” dan sejenisnya oleh teman-teman. Tapi setelah masuk FIB, dia jadi bebas nulis puisi.

    Oh iya, akhirnya gue liat blognya temen gue ini. Di blog nya banyak puisi yang sepertinya memang karangan dia sendiri dan BAGUS. Kata-kata yang dipakai nggak berlebihan dan nggak dibuat-buat, tapi juga nggak terlalu ringan. Puisinya juga cenderung mudah untuk dipahami maksudnya.

    Gue jadi asyik baca blognya, sekaligus iri.

    Kenapa iri? Tentu saja gue iri. Gue iri dengan lancarnya dia menggunakan kata-kata, dan dengan mudahnya dia menemukan bakat dan minat dia. Dia juga mengembangkan dan melanjutkan hobinya, walaupun nggak secara berkala.

    Lalu gue bertanya sama diri gue sendiri. Kapan gue mau melanjutkan hobi menulis gue? Apakah hanya sebatas menulis di tumblr, yang isinya hanya cerita kehidupan sehari-hari dan dengan penggunaan bahasa yang cenderung ngasal? Apakah akan hilang begitu saja seiring sibuknya kuliah?

    Pengen banget rasanya bisa nulis dengan lancar dan akhirnya bisa bikin novel dan kumpulan cerita yang banyak dan bagus seperti Sitta Karina, di mana kebanyakan novelnya itu punya kaitan walaupun di dalam novel yang berbeda. Misalnya cerita tentang keluarga Hanafiah dan kerabat-kerabatnya. Jujur belum semua novelnya udah gue baca, dan semua yang gue baca pun tidak semuanya benar-benar gue sukai. Tapi tentunya ada kelebihan karya-karyanya yang bikin gue suka, yaitu ceritanya yang sangat detail, bahkan disertai dengan beberapa kutipan dalam bahasa Inggris atau bahkan tips. Oh iya, nama gue juga ada di nama salah satu tokoh, yaitu Marina Raissa Hanafiah, yang bikin gue makin suka sama karya-karyanya, heheheh. Gue juga tertarik dengan nama salah satu tokoh di novel Circa, apalagi setelah gue googling artinya. Gue berniat memberi nama yang sama kepada… My future son muehehehe amin (kejauhan).

    Karena itu, gue pun pengen pelan-pelan melanjutkan hobi. Kenapa melanjutkan? Karena sebenarnya justru gue lebih aktif nulis pas kelas 4 SD. Buku tempat gue menulis itu dipinjam temen dan tidak pernah dikembalikan. Akhirnya gue jadi jarang lagi menulis terutama cerpen. Sampai akhirnya pas gue kelas XI atau XII lupa persisnya, gue ikut proyek menulis cerpen yang pada akhirnya kumpulan cerpen tersebut disatukan menjadi buku. Pesertanya banyak banget, sampai harus dibikin belasan buku untuk menampung semua cerpen. Seingat gue, cerpen gue ada di buku ke 16. Buku ini bisa dipesan online. Begonya… Gue ga beli buku yang ada cerpen gue. Selain ribet belinya, waktu itu gue juga ngerasa gue masih malu untuk melihat karya gue berulang kali.

    Itu salah satu kelemahan gue. Gue merasa suka menulis, tapi setelah selesai, gue suka jijik sendiri melihat tulisan gue. Mungkin post ini pun suatu hari akan gue hapus. Selain itu, saat gue sedang mengerjakan sebuah tulisan, gue suka merasa gue harus menyelesaikannya secepat mungkin, ide-ide yang ada pun harus gue keluarkan semua, yang nyatanya malah membuat tulisan gue jadi tidak teratur. Bahasa yang gue gunakan belum konsisten. Gue pikir gue juga sebenarnya masih belum terlalu jujur sama diri sendiri. Gue masih sering malu untuk menyatakan apa yang sebenarnya gue rasakan. Senang, marah, kecewa, atau apapun itu, cenderung gue tulis dengan satu ekspresi. Datar. Mungkin tema tulisan gue memang tentang kegembiraan atau kesedihan atau yang lain, tapi karena “ketidakjujuran” gue itu, gue pun masih belum puas bahkan malu dengan karya gue sendiri. Gue juga dapat dibilang sebagai orang yang kurang ambisius.

    Tapi selama pikiran negatif selalu berhasil menguasai diri gue, kapan lagi gue bisa benar-benar maju? Mungkin nanti gue akan mulai menulis lebih serius pada saat weekend dan tentunya bukan saat musim ujian. Atau bahkan gue memang perlu hadir di seminar-seminar menulis yang sebenarnya udah banyak banget diadain. Atau barangkali mula-mula gue memang harus memperbaiki sekaligus mengembangkan tulisan gue mulai dari tumblr ini.

    Sebuah perjalanan besar dimulai dari satu langkah kecil bukan? :)

  3. text

    Talking about your very first GPA…

    Halo, sudah lama ya tidak ngepost. Kali ini akan agak menggalau dan curhat sedikit ya. Bagi yang tidak mau melanjutkan silakan close tab.

    *muter Edge Of Desire nya John Mayer*

    Setelah jadi anak nongkrong SIAK NG untuk beberapa hari dan terus mereload halaman yang sama tiap jamnya atau bahkan tiap 30 menitnya, akhirnya gue tau IP pertama gue. Ga gitu bagus karena harapan gue jauh di atas itu. Tapi ga ada sesuatu yang ga pantes untuk disyukuri. Syukur alhamdulillah ga ada matkul yang ngulang.

    Dengan tidak bersemangat gue menghampiri ortu yang lagi pada nonton tv. Pas gue kasih tau mengenai IP gue, mereka ga marah. Mereka juga menghibur gue biar ga usah sedih. Kakak-kakak gue juga turut menghibur. Mereka bilang wajar untuk masa-masa adaptasi seperti ini. Tapi gue pun harus tanggung jawab sama diri gue dan pilihan gue sendiri. Mereka minta gue untuk meningkatkan kualitas cara belajar gue di semester berikutnya, yang gue sadari itulah kesalahan terbesar gue di semester 1.

    Gue sadar banget nilai yang bikin IP segini adalah matkul yang tersusah (menurut gue) tapi justru gue kurang belajarnya… Alias Sprache alias Bahasa Jerman 1. Ga tau diri banget kan. Gue belajar cuma pas di kelas, merhatiin sebisa mungkin, nandain bagian-bagian yang kurang paham dan berjanji buat ngulang sendiri pas pulang. Nyatanya? Gue jarang banget ngulang pelajaran, cuma baca sedikit dan baca (agak) serius pas mau kuis atau tes lainnya. Padahal biar terampil, pelajaran itu harus diulang terus, apalagi belajar bahasa. Nahloh ga heran kan jadinya begini.

    Mungkin akan ada yang berpendapat gue udah sombong duluan karena dulu udah pernah belajar Jerman. NOOOOOOOO boro-boro mau sombong, udah hampir lupa semua ini. Oh iya gue juga ikut mentoring sama senior 2009. Pas mentoring pun gue jarang nanya, gue lebih suka menyimak temen-temen gue yang nanya sama kakak mentornya. Salahnya, gue ga terlalu sering hadir mentoring. Salah sendiri kan.

    Tapi mau gimana lagi? IP udah terpampang jelas. Hasilnya ga gitu bagus, tapi gue sadar memang itulah yang pantas gue dapatkan kali ini, melihat cara belajar gue di semester 1. Gue berharap di semester 2 dan seterusnya cara belajar gue membaik, dan IP meningkat tentunya, walaupun justru semakin naik tingkat, naik juga bebannya. 

    Doakan saja agar gue serius dan ga sekadar berakhir sebagai niat.

    Bismillah semester 2!

  4. text

    Kunjungan Presiden Jerman, Christian Wulff ke Universitas Indonesia.

    Baru kemaren banget gue dikasih tau temen kalo besok (hari ini) presiden Jerman, Christian Wulff (selanjutnya akan gue sebut sebagai Mr. Wulff), mau datang ke UI. Sebenernya gue udah tau perihal kedatangan beliau, cuma gue ga tau kalo jadwalnya datang ke UI adalah 1 Desember 2011. Dan warga sastra Jerman UI yang tentunya kebagian peran dalam acara, diharuskan memakai pakaian formal, atau batik. LOL mulai denger berita ini gue bingung. Batik yang gue punya hanya kemeja batik yang gue pake waktu ospek, dan itu sebenernya batik pria karena waktu belinya gue ga mau repot mikirin gimana bentuk kemeja batik sesuai aturan ospek. Biar aman, gue beli batik yang kayak seragam sekolah. Ya udahlah ya…

    Oh iya, seminggu sekali gue ada quiz Sprache (sebetulnya bukan seminggu sekali, tapi quiz diadakan tiap selesai satu bab. “Kebetulan” setiap satu bab hampir selalu selesai dalam kurun waktu seminggu, jadi sama aja) dan quiz nya dijadwalkan hari ini. Gue udah berharap banget quiz nya ditunda, dan alhamdulillah yahhhhhhhhh ternyata beneran ditunda, tapi tetep ada evaluasi. Nah karena ada kunjungan presiden inilah jadwal kuliah gue yang seharusnya baru selesai jam 12, dipotong jadi sampai jam 10 aja.

    Abis itu anak-anak sastra Jerman pada sibuk dandan. LOL kalo gue jangan ditanya deh, orang kemeja batik yang gue pake aja kemeja pria, boro-boro mau dandan. Dan mereka menjelma menjadi sangat gorjes (?).

    Abis itu kita diminta buat ke ruang 4101 dulu buat siap-siap, dan kita dikasih makan siang gratis. OUWWWWWYEAHHHHHH i love gratis #mentalmahasiswa. Lalu pas lagi sibuk makan ada juga yang bergerilya foto-fotoin orang. Ada juga yang barter daging sama sayuran karena dia mulai mencoba jadi vegetarian (kenapa pake gue tulis segala ya), dan lain-lain. Selesai makan kita masih diminta buat nunggu sekaligus siap-siap. Nah sembari menunggu itu orang-orang makin khusyuk foto bareng, tidur, gosip, bahkan sit up. Beneran. Nah yang terakhir itu gue juga bingung kenapa.

    Tiba-tiba ketua angkatan gue manggil beberapa nama. Gue tidak termasuk. Rupanya yang namanya dipanggil itu yang ikut masuk ke dalam satu ruangan, yaitu auditorium terapung, saat kuliah umum nanti diberikan. Ternyata ga semua peserta bisa masuk ke situ karena kapasitas ruangannya sangat terbatas. Lalu mereka dikasih stiker segitiga merah sebagai penanda. Dan di sini keliatan wajah-wajah iri kepada orang-orang yang namanya disebut wkwkwkw.

    Ga lama kemudian yang ga dapet stiker segitiga merah juga dapet stiker segitiga, tapi warna ijo. Okay… Akhirnya kita diminta mobilisasi ke Perpus Pusat UI (Crystal Of Knowledge). Sesampainya di lobi perpus kita diminta nunggu dan antri buat masuk. Dan sebelum masuk itu kita harus melewati metal detector terlebih dahulu. Berasa mau masuk bandara aja kan… Nah selagi mengantri untuk masuk itu tiba-tiba datanglah sebuah bis biru dan dari dalamnya keluar makhluk-makhluk yang mayoritas berambut pirang atau yang biasa kita sebut bule. Nah mereka ini ternyata murid Deutsche Internationale Schule, jadi masih sejenis ababil lah. Terus mereka ngomong satu sama lain pake bahasa Jerman. Mereka kira gue ngga ngerti isi omongan mereka??? Gue emang ngga ngerti. Masih amatir.

    Akhirnya tiba giliran gue buat masuk. Tjieeee melewati red carpet… Ternyata yang dapetnya stiker segitiga ijo cuma boleh masuk sampai di depan restoran Korea (masih di dalam perpus). Di situ disediain proyektor yang nyediain streaming kuliah umumnya.

    Acara kuliah umum oleh Mr. Wulff belum dimulai juga. Tiba-tiba temen gue minta temenin ke toilet (ini sebetulnya ga penting, tapi kalo ga gue masukkin ga seru). Abis dari toilet, kita jalan melalui jalur red carpet lagi. Pas jalan kita berpapasan dengan rombongan… Wait. Itu rektor UI. Wait. DI SAMPINGNYA ADA PAK B.J. HABIBIE. Gue semacam excited, tapi ternyata temen gue itu ngga nyadar kalo itu Pak Habibie. Okay…

    Abis itu kita balik ke tempat awal (depan resto Korea). Asal tau aja gue ga dapet tempat duduk LOL jadi berdiri aja sambil nungguin Mr. Wulff nya lewat. Sambil nunggu, orang-orang pada menghampiri stand Jerin (Jerman-Indonesia), buat apalagi kalo bukan untuk mendapatkan goodie bag. Gue juga mau ikut, tapi ternyata yang jaga stand bilang nanti aja. Mungkin nunggu presiden nya lewat dulu. Ya udah…

    Akhirnya setelah beberapa lama, yang dinantikan muncul juga. Beliau datang bersama ajudan-ajudan nya dan segala macam konco-konconya. Beliau sih berpose biasa aja, orang yang di belakangnya itu loh dadah dadah LOL. Plis deh lo siapa mbak…

    Nah abis rombongan penting itu lewat, hadirin berstiker segitiga ijo pun mulai banyak yang bubar wkwkwk. Alhamdulillah ya abis itu gue dapet tempat duduk. Oh iya abis itu gue dan teman-teman lain mulai mengerubungi stand Jerin. Alhamdulillah ya sekali lagi berhasil dapet goodie bag nya, karena ada yang ga dapet soalnya. Btw sablon nya ga gitu bagus, masa tulisan Indonesia nya ga lengkap, masa tulisannya Indon. Tapi bahannya lebih bagus daripada goodie bag dari Kulturfest kemaren (terus kenapa).

    Gue dan hadirin yang ga kebagian masuk pun mulai menonton streaming. Tau dong gimana kualitas streaming? Suaranya dan gambarnya ga gitu jelas. Setelah sambutan demi sambutan yang diberikan, akhirnya tiba giliran Mr. Wulff memberikan kuliah umum. Ternyata yang beliau omongin ditranslate. Tapi karena itu, yang nonton streaming jadi ga tau suara aslinya gimana. Abis itu ada sesi tanya jawab. Gue liat yang ngajuin pertanyaan adalah Kak Clara Jerman ‘10,  Frau Sally, Frau Regina, dan yang lain ga tau siapa. Oh iya MC acara ini adalah Frau Lily. Isi kuliah umumnya macem-macem, salah satunya kalo ga salah ada kaitannya tentang agama. Yang lainnya jujur gue ga inget…

    Akhirnya kuliah umum selesai. Presiden dan konco-konconya mulai meninggalkan ruangan. Ternyata mereka lewat jalur yang sama kayak waktu masuk tadi. Lalu gue dan hadirin yang lain pun cenderung maju ke barisan depan buat foto-fotoin rombongan itu. OMG OMG itu mereka…

    Mr. Wulff yang pakai kacamata.

    Gue sebenernya minder juga belagu ikutan foto cuma pake kamera hp, but please siapa juga yang ngelarang LOL yang penting punya dokumentasi pribadi. Abis itu OMG OMG OMG OMG OMG gue kira Mr. Wulff bakal berlalu begitu saja, tapi ternyata beliau berjalan mendekat dan mampir ke arah gue. Oke, bukan cuma ke arah gue tapi ke arah orang-orang (hadirin) yang fotoin beliau. Karena beliau tiba-tiba stop jalan gitu, jadi para fotografer (profesional) juga ikutan stop. Mereka mulai memotret Mr. Wulff yang tampak mau bicara. Gue takut banget beliau marah karena difoto-foto sama amatir, tapi ternyata beliau malah nanya-nanya gitu pake english kurang lebih nanyain “kamu kuliah jurusan apa?” Plis banget itu gue lagi bener-bener di depan beliau, seperti ini:

    Gue mau jawab “German Literature” tapi tiba-tiba orang sebelah gue langsung jawab “Engineering”. Lalu berbincang ringanlah mereka, sementara gue di samping anak teknik tersebut. BENER BENER DISAMPINGNYA sehingga gue pikir barangkali waktu perbincangan tadi difoto, gue bakal keliatan walaupun sedikit. Mari kita lihat beberapa saat lagi, barangkali ada media yang pake foto itu terus gue numpang tenar LOLOLOL.

    Abis itu Mr. Wulff bilang yang intinya “semoga masa depan kalian cerah” yang langsung dibales “thank you” sama orang-orang. But i’m not that mainstream, dude (?). Gue pikir ini kesempatan untuk praktek bahasa Jerman walaupun sedikit, langsung kepada native speakernya dan langsung kepada presiden nya pula. Jadi gue bilang “danke schön”. Ga tau sih didenger apa engga LOL terus abis itu ada ibu-ibu yang nanya ke gue: “Ooooh danke schön ya?” yang langsung gue iyakan.

    Dan akhirnya Mr. Wulff pun pergi ga tau kemana, yang jelas waktu gue keluar perpus beliau udah ngga ada lagi. Yakali mau nungguin gue (krik).

    Sekian laporan dari Marina Indriani Lestari, semoga acara besar seperti kunjungan seperti tadi dapat sering terjadi biar dapet makan gratis UI makin dikenal dunia.

    Auf wiedersehen!

    Selamat sore. Hari ini 17 Februari 2012 gue denger berita kalo presiden Jerman mengundurkan diri, ba dum tss…

  5. text

    Have You Ever Seen This Sim?

    Gue tau gue sangat telat kalo masih bahas soal The Sims 1. Tapi tadi sore gue tiba-tiba kepikiran sesuatu hal aneh yang pernah gue alamin dulu waktu main The Sims 1 (bukan expansion pack). Setelah beberapa tahun gue main sims, baru tadi sore gue keinget untuk googling mengenai hal aneh tersebut (telat abis)…

    Jadi ceritanya sim (atau sepasang sims) yang gue mainin itu ‘punya bayi’ (anggaplah bayinya berasal dari sepasang sims yang saling berciuman atau bayi adopsi dari teleponnya adoption center). Bayinya ini gue rawat seperti anak normal lainnya. Tiap kali dia nangis, gue kasih “feed-play-sing” 2x berurutan. Setelah 3 hari, biasanya bayi tersebut akan tumbuh menjadi seorang anak berumur kisaran 9 tahun (sims 1 tahap pertumbuhannya terbatas, hampir ga ada. Ga kayak sims 2 dan sims 3). Lalu anak itu resmi menjadi anggota keluarga, ditandai dengan munculnya icon wajah anak tersebut di family bar. Di sinilah keanehan terjadi…

    Biasanya, kalo anak normal baik laki-laki ataupun perempuan yang muncul tentunya icon wajahnya sendiri. Tapi waktu itu yang muncul adalah icon wajah wanita dewasa, kepalanya terbalik, mukanya pucat, pake anting emas dan bibir berwarna merah terang menyala. Wajah ini ga pernah ada di bagian Create A Sim. Seperti ini:

    dan kemunculannya di family bar seperti di bawah ini:

    Terus iconnya ini bisa menunjukkan mood anak tadi, misalnya anak tersebut moodnya bagus, icon nya juga jadi senyum. Begitu pula kalo moodnya jelek, iconnya jadi cemberut (di sims 1 icon tidak menunjukkan mood sims, ga kayak di sims 2 dan sims 3). Pertama kali gue alamin hal ini, gue takut banget. Gue kirain itu anak setan, sungguh.

    Ternyata ini adalah sejenis bug yang muncul waktu file karakter sims kita rusak, jadi ini bukan becandaan dari The Sims nya. Gue juga ga tau kenapa bisa error, padahal gue ga pernah sekalipun download apa-apa buat sims gue. Well, gue emang beli cd yang bukan asli sih. Jadi mungkin itu penyebabnya :p

    Intinya, pernahkah kalian mengalami hal di atas? Gue harap belum pernah… Biar post ini ada manfaatnya, walaupun sedikit :’)  

  6. text

    TestAS

    Hari ini adalah tanggal 12 November 2011, gue mengikuti test yang namanya TestAS. TestAS itu sendiri adalah Test für Ausländische Studierende atau Test for Academic Studies. Kalo kita lolos dan dapetin sertifikatnya, lumayan buat bekal kalo suatu saat nanti mau lanjut belajar di Jerman. Dan lagi, test ini terbuka bagi siapa saja, dan gratis (untuk tahun ini, kalo untuk tahun depan katanya mulai bayar……….)

    Kita bisa pilih mau ikut tes yang pakai bahasa Jerman atau Inggris. Karena masih awam sekali, maka gue mengambil yang pakai bahasa Inggris. Ada beberapa bidang yang bisa dipilih, yaitu bidang teknik, sosial dan humaniora, ekonomi, serta komputer dan mipa. Karena gue adalah mahasiswi sastra Jerman, jadi gue ambil yang bidang humaniora. Bisa sih kalo mau ambil teknik, tapi plis dong sadar diri LOLOLOL. Lalu karena gue pikir bidang yang gue ambil adalah bidang humaniora, jadi sebelum menerima soal gue masih belum kebayang sama sekali tentang soalnya.

    Di petunjuknya dianjurkan untuk datang jam 8.10 pagi, dan ujian akan dimulai jam 8.40. Lalu gue tiba di kelas pukul 8.40 pas mihihi (ga mau rugi). Gue juga ga ngerti kenapa waktu mulai tes nya begitu nanggung.

    Akhirnya dibagikanlah soalnya. Ternyata soal yang babak pertama ini adalah soal yang general, jadi terdapat di semua bidang. Soalnya ini semacam soal di tes potensi akademik, malah sebetulnya lebih gampang. Tetapi karena beberapa bulan ini gue udah tidak berkutat dengan soal matematika, jadi jujur saja gue merasa kesulitan (padahal emang dasar ga jago matematika).

    Kita dikasih break dari jam 11 sampai 11.30. Abis itu barulah kita dikasih soal yang sesuai dengan bidang yang diambil. Baru buka soal pertama… Udah disambut dengan Immanuel Kant. Tapi sebetulnya soalnya mirip kayak soal bahasa Inggris di snmptn dan sejenisnya. Kita diminta mengambil kesimpulan dan menentukan benar atau tidaknya suatu kalimat. Abis soal bagian itu, kita diminta menjelaskan diagram dengan kalimat atau sebaliknya. Diagramnya “lucu-lucu” loh, ada soal asal muasal bahasa Latvia, Baltic, German, English dan sebagainya. Nah abis itu adalah bagian yang terasyik sekaligus terabstrak dalam tes ini. Recognising Linguistic Structures. Jadi kita diminta untuk ‘menerjemahkan’ suatu kata atau kalimat dalam bahasa yang sangat asing ke bahasa Inggris. Kenapa bahasa yang sangat asing? Soalnya gue tidak yakin bahasa nya bener-bener ada atau ‘hanya’ bahasa buatan orang yang bikin soal. Misalnya seperti: Tola Basak, Tola Balak (LOL jadi inget doa tolak bala) dll. Di soal bagian depan sempet mikir “ih asyik juga soalnya” tapi abis ituuuuuuuuu LOLOLOL pas disuruh menerjemahkan kalimat yang gue lupa apa, tapi di pilihannya ada “Mba beko tadatikimoli”. Yang bisa gue lakukan hanya menerka dan menyambung-nyambungkan bahasa asing tersebut dengan bahasa Inggris. Ternyata gue tidak sendiri… Kelar tes, temen-temen gue pun ‘tertawa’ saat membahas soalnya kembali.

    Hope nothing but the best for the result!

    Update: Yak ternyata the best untuk saya kali ini adalah belum lolos LOLOLOL yaudah, ini baru kesempatan pertama. Masih banyak kesempatan lain :’)

  7. … there’s a typo, it’s sleep Paralysis (line 8-9).

    (via jeopardizing)

  8. text
    thesims3official:

Ummm… No. #LOLSim #TS3Comics

Kok bisa cuek gitu deh padahal kalo ada kebakaran pasti simnya heboh. Ini pasti Free Will nya di uncheck ckck (sotoy)

    thesims3official:

    Ummm… No. #LOLSim #TS3Comics

    Kok bisa cuek gitu deh padahal kalo ada kebakaran pasti simnya heboh. Ini pasti Free Will nya di uncheck ckck (sotoy)

  9. text

    White In Yellow :)

    Alhamdulillah i got

      

    in

     

     this year.

     SEMANGAT BUAT OSPEK DAN SETERUSNYA MARINA!

  10. text
    Look at what i found at UD :p

    Look at what i found at UD :p

→

About

Here you can find every useless scratch about my mind

Search

People I follow